Minggu, 13 Mei 2012

Calon Ketua, Internal STAIN Jember
Peta Jember
HEADLINE NEWS, JEMBER - Panitia seleksi ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember periode 2012 2016 telah menetapkan empat bakal calon layak mengikuti pemilihan. Mereka yang dinilai layak jadi kandidat ada tiga guru besar dan seorang doktor, yakni Prof Miftah Arifin , Prof H Abdul Halim Soebahar , Prof H Babun Suharto dan Muniroh.

Wakil sekretaris panitia seleksi ketua STAIN Jember, Kun Wasisi di Jember, Jawa Timur, Minggu (13/5/2012) mengatakan, pemilihan Ketua STAIN Jember , Senin (21/5/2012). Panitia seleksi tinggal menetapkan nomer urut dan tahapan pemaparan visi, misi, dan program para kandidat, kata kun Wasis.

Ada dua kandidat lain juga ambil formulir pendaftaran, tapi sampai tidak mengembalikan ke panitia sehingga tidak bisa ikut seleksi tahapan berikutnya. Panitia segera melakukan verifikasi persyaratan agar sesuai dengan yang diinginkan statuta STAIN Jember, sebagai payung hukum pelaksanaan seleksi calon ketua.

Empat kandidat yang ditetapkan panitia berasal dari internal STAIN Jember. Panitia sebelumnya telah berkirim 51 berkas pemberitahuan kepada seluruh Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri se Indonesia , namun tidak ada yang ambil formulir.

Hanya empat kandidat yang akan dipilih oleh 17 anggota senat STAIN Jember sebagai pemilik suara sah. Namun demikian, masih dua tahapan lagi yang harus dilalui para kandidat, yakni pengambilan nomer dan pemaparan visi, misi dan program.

"Selanjutnya, selama empat hari semua kandidat akan memasuki masa tenang sebelum pemilihan," kata Kun Wasis.
Penulis Berusia 9 Tahun Menerbitkan iBook di iTunes
 
Keily Setiawan, 9 tahun, siswi kelas 4 SD di SWA menjadi salah satu penulis termuda yang menerbitkan buku cerita bergambar iBook Chen Chen Goes to Space di 32 toko iTunes stores seluruh dunia.
HEADLINE NEWS, SERPONG -  Keily Setiawan, 9 tahun, siswi kelas 4 SD di SWA menjadi salah satu penulis termuda yang menerbitkan buku cerita bergambar iBook “Chen Chen Goes to Space” di 32 toko iTunes stores seluruh dunia. Buku Keily dapat diunduh di http://itunes.apple.com/us/book/chen-chen-goes-to-space/id512438757?mt=11

Aplikasi software terbaru dari Apple bernama ‘iBooks Author’ diluncurkan pada bulan Januari 2012, bersamaan dengan aplikasi lainnya termasuk ‘Book Creator’ yang digunakan Keily untuk membuat iBook-nya, menyediakan media baru yang terdepan dan unggul kepada generasi muda dan para guru, membuat mereka mampu untuk menulis buku-buku multimedia yang canggih dan menyebarkannya kepada pembaca di seluruh dunia.

Belum lama ini, Jane Ross, guru Teknologi Informasi (TI) di Sinarmas World Academy (SWA) dan juga merupakan salah satu Apple Distinguished Educators dari tim SWA, menjadi salah satu guru dari sekelompok guru yang terpilih di Asia yang diundang untuk mengikuti pelatihan lanjutan mengenai software terbaru di Bangkok. Sejak itu, dia memperkenalkan aplikasi software tersebut kepada para guru dan siswa di SWA. Hal itu disambut dengan penuh kegembiraan dan antusiasme siswa untuk menulis.

“Tidak hanya sebuah teknologi baru, tapi belajar bagaimana menerbitkan sebuah iBook adalah suatu pengalaman baru untuk sekolah juga”, ujar Jane, dalam siaran persnya, Minggu (13/5/2012).
Keily bukan hanya siswa pertama di dunia yang menulis secara mandiri, menciptakan dan menerbitkan sebuah iBook di iBookstore, tetapi juga anak pertama yang menerbitkan sebuah buku cerita bergambar dalam bahasa Inggris-Mandarin untuk pembaca iBook
"Setelah mempelajari sendiri caranya, saya mengira itu adalah hal yang mudah sampai saya mendapati kesulitan dalam membantu Keily untuk menerbitkan karyanya di iTunes, karena ia berusia dibawah 13 tahun, dia dinyatakan “terlalu muda” untuk menerbitkan karyanya dan saya membutuhkan bantuan ibunya untuk bisa mendapatkan izin yang dibutuhkan," ungkap Jane.

Pimpinan sekolah, John McBryde berkomentar, “Keunggulan siswa dari segala usia untuk bisa menerbitkan atau mempublikasikan eBook tidak bisa ditekan dan jauh melampaui dari arti pentingnya pendidikan literasi dan teknologi. Karena hal tersebut mengajarkan kemampuan untuk berpikir lebih tinggi seperti penalaran dan logika, pemecahan masalah dan kualitas seperti dedikasi, kegigihan dan perjuangan untuk mencapai suatu keberhasilan. Ini merupakan sebuah contoh yang sangat bagus tentang nilai dari teknologi yang memperkaya lingkungan belajar siswa dunia sekarang ini.”

Keily memutuskan untuk menulis iBook-nya dalam bahasa Mandarin. Setelah ibunya membantu mengajukan buku tersebut, ia pun kecewa setelah 3 minggu menunggu konfirmasi dari dewan pemeriksa editorial iTunes, dan menemukan bahwa iTunes belum mendukung publikasi dalam bahasa Mandarin.

Tidak putus asa, Keily mengatasi masalahnya dengan membuat iBook dalam dua bahasa dan menambahkan bahasa Inggris ke dalam tulisan dan suara pendukungnya. Sebuah ide yang Keily harapkan ia pikirkan dari awal, “Karena itu membuat bukuku jauh lebih baik!”
Hal itu berarti bahwa Keily bukan hanya salah satu siswa pertama di dunia yang menulis secara mandiri, menciptakan dan menerbitkan sebuah iBook di iBookstore, tetapi mungkin juga ia adalah anak ‘pertama’ yang menerbitkan sebuah buku cerita bergambar dalam bahasa Inggris-Mandarin untuk pembaca iBook.

iBook karya Keily tersedia untuk diunduh gratis di iPhone, iPad atau iPod melalui iBookstore. Namun Anda membutuhkan akun iTunes di Amerika Serikat, Eropa atau Australia karena iBookstore belum tersedia di iTunes Asia.

SWA membentuk sebuah iTunes University Channel untuk menampung hampir sekitar 100 buku yang telah ditulis oleh siswa SWA dari tingkat TK B hingga Kelas 10.

Jane menantikan untuk dapat mendorong lebih jauh dan memupuk minat menulis anak-anak di seluruh Jakarta, dengan mengadakan pelatihan pertama dari serangkaian pelatihan akhir pekan yang akan dimulai pada hari Sabtu, 26 Mei di Kampus SWA bernama Jakarta World Academy di Jln. MH Thamrin, CBD Jakarta. Jane juga menawarkan pelatihan untuk orangtua yang ingin belajar bagaimana membuat sebuah iBook dengan anak-anak mereka.

Pendaftaran untuk mengikuti pelatihan ini telah dibuka di Jakarta Apple Regional Training Center www.blogs.swa-jkt.com/swa/artc. 

SWA berdiri pada bulan Juli 2008, dan menawarkan pendidikan dari tingkat Batita sampai dengan SMA, dengan total siswa sebanyak 500 siswa. Siswa di SWA mewakili 24 kewarganegaraan, termasuk didalamnya 40 persen siswa international, dan 60 persen siswa berasal dari Indonesia. Para guru mewakili 14 kewarganegaraan dengan sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Selandia Baru, dan sisanya berasal dari Belanda, Afrika Selatan, China dan Indonesia.

SWA merupakan sekolah IB World School yang sudah diotorisasi dan menawarkan tiga program IB yaitu IB Primary Years Programme, IB Middle Years Programme dan IB Diploma. SWA sekolah terdepan dalam penggunaan TI dan setiap siswa dari Kelas 4 hingga Kelas 12 disediakan fasilitas komputer laptop keluaran Apple.  SWA merupakan anggota dari Council of International Schools (CIS) dan East Asia Regional Council of Schools (EARCOS).

Sabtu, 12 Mei 2012

 Bidikmisi di Bawah Kemenag Dihentikan
 
ILUSTRASI
Jakarta - Mulai tahun ini, calon mahasiswa perguruan tinggi negeri di bawah pengelolaan Kementerian Agama tak akan memperoleh alokasi bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa miskin lagi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Kementerian Agama juga punya anggaran fungsi pendidikan. Mereka bisa ambil dari alokasi itu,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat (11/5).

Data Kemdikbud, ada tujuh PTN di bawah pengelolaan Kementerian Agama. Ketujuh PTN itu adalah UIN Sultan Syarief Kasim, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Gunung Djati, UIN Sunan Kalijaga, IAIN Sunan Ampel, UIN Maulana Malik Ibrahim, dan UIN Alaudin.

Mahasiswa di ketujuh PTN itu yang telah memperoleh Bidikmisi sebelumnya tetap diberi Bidikmisi dari Kemdikbud. Ketentuan baru ini hanya berlaku bagi calon mahasiswa baru tahun ini. ”Yang penting mahasiswa tidak dirugikan. Kami menjamin keberlangsungan pendidikan anak,” kata Nuh.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso menjelaskan, Bidikmisi disediakan bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetapi tak mampu secara ekonomi. Tahun ini, pemerintah memberi Bidikmisi bagi 30.000 mahasiswa.

Melalui Bidikmisi, mahasiswa akan mendapat biaya hidup, biaya kuliah, dan biaya transportasi dari daerah asal ke PTN yang akan dimasuki. ”Calon peserta Bidikmisi, selain lewat jalur undangan, juga bisa mendaftarkan diri lewat jalur ujian tulis,” kata Djoko.
 Nilai UN sebagai Dasar Seleksi Masuk PTN
 
ILUSTRASI
SEMARANG - Perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengusulkan seleksi masuk ke perguruan tinggi negeri yang terintegrasi dengan nilai sekolah tahun 2013 hanya menggunakan nilai ujian nasional. Nilai ujian nasional lebih mereka percaya dibandingkan nilai rapor.

Demikian pernyataan sikap Badan Kerja Sama (BKS) Perguruan Tinggi di Jateng dan DI Yogyakarta. ”Nilai UN skalanya nasional, sedangkan nilai rapor dibuat sekolah. Jika menggunakan nilai rapor bisa terjadi disparitas nilai yang mencolok,” kata Ketua BKS Sudijono, yang juga rektor Universitas Negeri Semarang, Jumat (11/5), di Semarang.

BKS menanggapi rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan mengintegrasikan hasil belajar dan seleksi masuk PT.

Hal serupa diungkapkan Rektor Universitas Diponegoro Sudharto P Hadi. Nilai UN murni cenderung bisa dipercaya dibandingkan nilai rapor semester tiga, empat, dan lima. Penilaian rapor masing-masing sekolah memiliki standar berbeda.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Rochmat Wahab mengakui masih terjadi kecurangan dalam UN. Namun, pihak universitas dapat turut mengawasi. ”Kami juga tidak memandang daerah, tetapi melihat sekolah per sekolah. Sekolah-sekolah yang ketahuan berbuat curang secara otomatis akan dimasukkan daftar hitam dan nilainya dikurangi,” katanya.

Nilai acuan

Menurut Rochmat, dengan menggunakan nilai UN, seleksi bisa lebih adil. Ia tak percaya sepenuhnya pada nilai rapor karena cenderung tak proporsional jika digunakan sebagai acuan.

”Dengan nilai UN sebagai acuan, bukannya kami tidak mempertimbangkan kemampuan siswa selama belajar di sekolah tiga tahun. Namun, mereka yang memang pintar pasti dapat mengerjakan UN dengan baik sehingga tak perlu khawatir,” ujar Rochmat.

Kemarin, PTN di Jateng dan DI Yogyakarta juga sepakat tetap membuka jalur penerimaan mahasiswa baru dengan ujian tertulis dengan kuota 20 persen. Adapun 60 persennya diperuntukkan bagi jalur undangan. Sisanya diserahkan kepada masing- masing PTN.

Tipe soal

Di Solo, panitia lokal menyatakan bahwa seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) akan diselenggarakan dengan mengujikan lima tipe soal berbeda di satu ruangan. Menurut Ketua Panitia Lokal 44 SNMPTN Sutarno, itu mempersempit kecurangan atau perjokian. SNMPTN di Kota Solo diperkirakan ada 18.700 peserta.

Sementara itu, mengenai biaya kuliah, pihak Universitas Diponegoro Semarang menyatakan akan menerapkan tarif lama untuk biaya kuliah mahasiswa baru tahun akademik 2012, kecuali ada keputusan kebijakan uang kuliah tunggal dari pemerintah pusat.

Jumat, 11 Mei 2012

BSN Siapkan Dua Kampus Jenjang Strata Dua
 
 Kepala BSN Bambang Setiadi
Kuta  — Badan Standardisasi Nasional belum memiliki tenaga profesional ataupun lembaga pendidikan di bidang standardisasi. Di tengah rendahnya kesadaran publik dalam negeri tentang pentingnya standardisasi kualitas produk, BSN menilai penting melahirkan tenaga profesional standardisasi melalui jalur formal.

Kepala BSN Pusat Bambang Setiadi mengatakan, pihaknya menyiapkan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada untuk jenjang strata dua (S-2) khusus standardisasi. ”Selama ini, pendidikan standardisasi masih sebatas kurikulum pengantar di kampus-kampus. Tahun ini mudah-mudahan selesai,” katanya, seusai pembukaan The ICES Conference dan WCS Academic Day 2012 di Bali, Kamis (10/5/2012).

Menurut Bambang, pemberian kurikulum pengantar standardisasi di kampus-kampus masih kurang meski tetap membantu penyebaran informasi serta pemahaman kepada masyarakat. BSN terbangun 15 tahun dan telah memberi label standar untuk 7.000 produk jasa dan barang. Di negara maju, seperti Jerman, standardisasi diterapkan sekitar 100 tahun.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso menegaskan pentingnya pendidikan khusus standardisasi ini. Menurut dia, Indonesia bisa tertinggal jika tak segera memiliki tenaga ahli di bidang standardisasi ini.

Ia menilai mendesak untuk diupayakan adanya program S-2 di dua kampus tersebut sebagai langkah awal.

Kemarin, BSN menandatangani perjanjian kerja sama dengan Japanese Standards Association.

Kamis, 10 Mei 2012

Alat Deteksi Dini Puting Beliung dari Bekas Botol Minuman Kemasan
 
 Angin puting-beliung.
MEDAN- Siswa kelompok ekstrakurikluer sains di SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru, Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, membuat alat deteksi dini angin puting beliung, di bawah arahan guru pembimbing bidang sains M Zaini.
Alat tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat agar mengetahui lebih awal angin puting beliung dan mengurangi risiko kerugian, khususnya korban jiwa.
Bencana puting beliung tidak bisa dihindari tetapi dengan alat deteksi bisa diupayakan penyelamatan dini terhadap keluarga. Bahan yang digunakan yakni tiang besi penyangga, baling-baling dari bekas botol air mineral, baterai 9 volt, alarm, alat kait, kabel, knop, dan kaleng bekas.
Sebagai simulasi angin digunakan kipas angin, sesuai dengan kecepatan angin sesuai tombol 1, 2, 3. Makin besar tombol makin kencang dan cepat anginnya.
Sabrina seorang siswa kelas V, menjelaskan, kipas angin mati menggambarkan saat angin tidak bertiup, baling-baling tidak berputar, bandul tidak menyentuh apapun. Arus listrik tidak terhubung, lampu dan sirine tidak aktif.
Saat angin bertiup normal, baling-baling berputar perlahan, bandul menyentuh lempeng paling bawah, sehingga arus listrik terhubung dan lampu kuning menyala, sirine tidak berbunyi. Saat angin bertiup kencang, baling-baling berputar kencang. Bandul terangkat menyentuh lempeng atas. "Arus terhubung membuat lampu merah menyala dan sirine berbunyi," kata Sabrina.
Pembina di SD Muhammadiyah GKB Kebomas Gresik, Ichwan Arief, menuturkan, selain alat deteksi angin puting beliung ada beberapa alat deteksi lain yang dibuat siswa yakni alat deteksi tsunami, dan alat deteksi gempa. Semua menggunakan alat sederhana, termasuk kaleng bekas.
Intinya, alat yang dibuat sebagai pembelajaran, tapi ini bisa diaplikasi di masing-masing rumah warga. Bila ada alat deteksi dini bisa mengurangi dampak kerugian yang lebih besar khususnya korban jiwa. "Alat-alat itu akan kami sertakan dalam lomba festival sains hingga tingkat nasional," kata Arief yang juga menjabat kepala sekolah.

Rabu, 09 Mei 2012

6 Siswa Indonesia Ikut Kompetisi Sains di AS
 
 Yan Freski dan Darmadi dari Taman Pintar Yogyakarta raih First Place Award dari China Association for Science and Technology (CAST) di Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2011, di Los Angeles, Amerika Serikat,
JAKARTA, HEADLINE NEWS - Enam siswa SMA dari Indonesia akan ikut serta dalam kompetisi International Science and Engeneering Fair 2012 yang disponsori Intel atau sering disebut Intel ISEF di Pittsburgh, AS, pada 14-18 Mei ini. Saat ini ISEF merupakan sebuah kompetisi sains terbesar di dunia  bagi para remaja.

Keenam siswa itu adalah Muhammad Lutfi Nurfakhiri dari SMN 1 Bogor, Jawa Barat; Efa Fazriyah Haryono dan Marwah Zairah dari SMAN I Malimping, Banten; Aulia Azka Januartika, Anas Mufid Nurrochman, serta Amelia Nugrahanigrum dari SMAN 1 Yogyakarta. Lutfi akan maju dengan karya bertopik Sensor Optis sebagai Alat Efisiensi Pemakaian Pupuk Nitrogen pada Tanaman Padi. Efa dan Marwah membuat karya kolaborasi berjudul Kertas Anti Rayap dari Jerami Padi dengan Penambahan Daun Sirsak. Sementara Aulia, Anas, dan Amelia akan memamerkan karya bertajuk Rancangan Dam Pemecah Lahar Dingin.

Direktur Pengembangan Bisnis Strategis Intel Indonesia, Harry K Nugraha, di Jakarta, Rabu (9/5/2012), mengatakan, keenam siswa itu telah disaring dari hasil Lomba Karya Ilmiah Remaja yang diselenggarakan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) pada tahun 2011. "Berdasarkan seleksi LIPI, tiga yang terbaik dikirim untuk ikut Intel ISEF," kata Harry.

Intel ISEF dalam menjaring para finalis untuk kompetisi tahunannya memang bekerja sama dengan para afiliasinya di berbagai belahan dunia. Di Indonesia Intel ISEF bekerja sama dengan LIPI.

Kompetisi sains Intel ISEF bermula dari National Science Fair, yang  dirancang Society for  Science & the Public (SSP), yang kemudian dikenal sebagai Science Service, pada tahun 1950. Tahun 1958, pameran itu menjadi peristiwa internasional untuk pertama kalinya ketika Jepang, Kanada, dan Jerman bergabung. Intel resmi  menjadi sponsor utama ISEF sejak tahun 1997 dan berkomitmen untuk mendukung acara tersebut hingga 2019.

Menurut Harry, Indonesia mulai menggirim peserta tahun 2010. Tahun 2011 peserta dari Indonesia berhasil meraih penghargaan khusus, yaitu untuk kategori China Association for Science and Technology (CAST).

Pada Intel ISEF 2012 ini, sebanyak 1.549 finalis dari 68 negara dan kawasan akan bersaing untuk mendapatkan total 3 juta dollar AS beasiswa, dana bantuan pendidikan, magang dan berbagai hadiah lainnya. Pemenang pertama akan menerima penghargaan Gordon E. Moore berupa hadiah senilai 75.000 dollar untuk menghormati salah satu pendiri dan mantan CEO Intel.

Menurut Harry, Intel sengaja berinvestasi dalam pendidikan dengan fokus pada matematika dan sains karena bidang-bidang itu merupakan dasar dari inovasi dan kedua bidang itu sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi global.